mau dapetin informasi tentang dunia kesehatan, makanan yang bergizi disini tempatnya,,,,!!!!

Kondisi Masyarakat Arab

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang


Sejarah berasal dari bahasa Arab dari kata “Syajarotun” artinya pohon. Kalau kita telaah secara sistematis memang sejarah hampir sama dengan pohon yakni mempunyai cabang dan ranting, bermula dari sebuah bibit, kemudian tumbuh dan berkembang, lalu layu dan tumbang. Seirama dengan kata sejarah adalah kata silisilah, kisah, hikayat yang berasal dari bahasa Arab. Seperti yang telah kita ketahui bahwa Sejarah Peradaban Islam dibagi menjadi beberapa periode. dimulai dari Masa Rasul lalu diteruskan oleh Khulafau Rasyidin dan berlanjut  sampai saat ini.

 Sejarah sangatlah penting bagi keehidupan manusian dan pembelajaran manusia. Karena dengan sejarah kita bisa lebih banyak mendapat pelajaran berharga. Sejarah umat Islam saat ini tentunya tidak bisa terlepas dari zaman sebelum kedatangan Islam. Dengan kita mengetahui sejarah masyarakat Arab sebelum Islam, maka kita akan mengetahui perbandingan masyarakatnya setelah turunnya agama Islam. Kami memilih bangsa Arab karena tentunya agama Islam muncul pertama kalii di Jazirah Arab. Sehingga tidak mungkin bisa terlepas antara sejarah pra-Islam dan sesudah Islam.
Makalah ini secara khusus ingin mencoba membahas persoalan mengenai Ilmu Sejarah Peradaban Islam mengenai keadaan Bangsa Arab pra-Islam atau sebelum adanya Islam.

B.    Rumusan Masalah

Dalam makalah ini, penulis merumuskan masalah sebagai berikut:
1.    Bagaimana kondisi geografis Jazirah Arab?
2.    Bagaimana struktur masyarakat Arab di zaman pra-Islam?
3.    Bagaimana agama dan kebudayaanya?

C.  Tujuan Penulisan

1.    Agar kita mengetahui zaman sebelum kedatangan Islam.
2.    Mengetahui kondisi geografis Jazirah Arab.
3.    Mengetahui struktur masyarakat, agama dan kebudayaan masyarakat jahiliyah Arab.
4.    Sebagai tugas kolektif yang diberikan oleh dosen pembimbing Mata Kuliah Ilmu Tafsir.
5.    Sebagai penambah khazanah keilmuan dalam mempelajari Ilmu Tafsir, khususnya mengenai pengertiannya dan Ruang Lingkup Ilmu Tafsir.





BAB II
PEMBAHASAN

A.    Gambaran Umum Jazirah arab dan Masyarakatnya

Situasi dan kondisi bangsa arab sebelum kedatangan Islam yang lazim disebut sebagai zaman jahiliyah tidak bisa dilepaskan dari perkembangan dan peradaban masyarakat Islam. Karena bangsa Arab adalah bangsa yang dibesarkan dan diasuh oleh Islam, dan sebaliknya Islam dikembangkan dan didukung oleh bangsa Arab. Setiap bangsa memiliki perkembangan peradabannya masing-masing. Demikian halnya dengan bangsa Arab. Seperti keadaan geografik, masyarakat, cara hidup penduduk, jenis-jenis bangsa arab, kepercayaan, adat istiadat, bahkan kerajaan-kerajaan bangsa Arab.
Jazirah Arab terbagi atas lima daerah, yaitu :

1.    Hijaz, kotanya adalah Mekkah, Madianh, dan Thaif.
2.    Yaman, terletak di bagian selatan, diantara kotanya adalah San’a yang merupakan ibukota Yaman pada zaman dahulu.
3.    Najed, terletak di bagian tengah Jazirah Arab.
4.    Tihammah, terletak antara Hijaz dan Yaman.
5.    Yamamah, terletak antara Yaman dan Nejed.

Secara geografik, jazirah Arab terdiri dari tanah-tanah yang tinggi yang membujur, luas, bergunung-gunung batu, kebanyakan tanahnya terdiridari gurun pasir. Hujan amat jarang turun di jazirah Arab. Keadaan ini menyebabkan bagian terbesar dari jazirah Arab itu menjadi panas, kering, gersang, dan tandus. Daerah yang lebih serig turun hujan adalah daerah Yaman, sehingga tanahnya subur disbanding daerah Arab lainnya. Keadaan tersebut juga menyebabkan tidak adanya sungai di daerah Arab. Yang ada hanyalah semacam oase, yaitu mata air ditengah gurun.

Semenanjung Arab yang merupakan bagian dari Timur tengah yang pada zaman pra Islam belum pernah dijamah oleh kekuasaan asing dari manapun. Bahkan kekuasaan besar yaitu Romawi dan Persia tidak berminat sekalipun dengan Arab, dikarenakan daerahnya sangat miskin, tandus, dan kering. Karena dilihat dari sisi ekonomi, daerah Arab sama sekali tidak menguntungkan. Sedangkan untuk pengembangan kemiliteran juga memiliki medan yang terlalu berat dan sangat berbahaya.

B.    Watak Masyarakat Arab sebelum Islam

Situasi dan kondisi Jazirah Arab yang seperti itu, berpengaruh besar dalam pembentukan watak dan tabiat masyarakat Arab. Baik dari sisi yang positif maupun negative. Tanah gersang dan tandus, cuaca panas dan kering serta udara yang sangat dingin di malam hari membuat mereka bejuang hidup lebih keras.

Dari pendapat Pere Lammens, masyarakat dikatakan bahwa mereka memiliki demokrasi yang berlebihan dan tanpa batas, mereka sangat mencintai kebebasan individu. Masyarakat Arab juga sangat patuh dan setia terhadap adat istiadat dan kabilah masing-masing. Mereka juga gemar sekali menjamu tamu-tamunya.
Ibnu Khaldun berpendapat bahwa pada masa jahiliyah mereka adalah orang-orang tidak beradab, gemar melakukan perampasan dan kerusakan. Mereka memiliki watak sukar tunduk kepada pimpinan. Tidak memiliki bakat dalam pekerjaan pertukangan dan ilmu lain. Walaupun pembawaan mereka sebenarnya adalah bersih dan murni, pemberani dan sanggup berkorban untuk hal-hal yang dipandang baik.

De Lacy O’leary mengatakan mereka sangat materialistic, berpandangan sempt, dan beperasaan beku.tetapi mereka terlampau peka bila kehormatan, nama baik, dan kebebasannya tersinggung. Mereka dermawan terhadap tamu-tamunya dan setia kepada kabilah-kabilahnya. Mereka fanatic dan mudah marah.mereka memiliki dasar-dasar kecerdasan dari susunan bahasanya yaitu lidah mereka lebih pandai daripada akal pikirannya.pandangan mereka sangat terbatas dan tak banyak ragamnya. Mereka tak mau patuh kecuali pada kabilahya sediri. Mereka sanga bersikeras pada prinsip persamaan dalam batas lingkungan kabilahnya. Dimana dari situlah mereka siap mengorbankan diri.mereka merasa sebagai manusia istimewa yang berasal dari darah pilihan. Mereka memandang remeh Romawi dan Persia, meskipun mereka tau kedua bangsa tersebut memiliki kebudayaan yang tinggi dan maju.mereka membanggakan adat istiadatnta sendiri dan mengagungkan bahasa serta kesusastraanya.

Dari tiga pendapat diatas, maka dapat disimpulakn bahwa masyarakat bangsa Arab pra Islam memiliki dua sifat, yaitu positif dan negative yang telah dibentuk dan ditentukan oleh situasi kondisi jazirah Arab. Karena bagaimanapun uhan telah menciptakan manusia lengkap dengan unsure-unsur kemanusiaan.

Contoh negative dari tabiat bangsa Arab adalah mengubur anak perempuan hidup-hidup. Karena mereka takut anak perempan akan menghancurkan kekuasaan ayahnya, atau bahkan anak perempuan dikatakan sebagai sumber masalah dan pemuas nafsu seks belaka. Mereka lemah, dan tidak bisa bekerja apapun. Wanita tidak bisa menentukan nasibya sendiri. Begtu juga anak lelaki yang yang pengecut dan penakut juga dibunuh. Mereka khawatir kalau-kalau anak laki-laki mereka tidak bisa apa-apa dan hanya merepotkan orag lain dan tidak bisa membela kabilahnya sendiri. Demikiianlah cara berpikir orang-orag Arab jaman Jahiliyyah. Di sisi lai mereka sangat menyayangi anak perempuan mereka, namun di sisi lain mereka tak menemukan cara lain untuk tetap enjaa kehormatan mereka.

Namun, masyarakat arab memiliki watak positif lain yaitu mereka sangat peka dengan terganggunya kehormatan dan harga dirinya. Selain itu mereka sangat dermawan dan suka menjamu terhadap tamunya, memiliki rasa demokrasitinggi dan rela berkorban dalam membela kabilahnya. Semua itu merupaka sikap teruji mereka yang sangat perlu untuk dipuji.

C.    Cara Hidup dan Jenis-jenis Bangsa Arab

Penduduk Arab dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu penduduk gurun dan penduduk negri atau penduduk kota yang dibebut ahlul hadlar. Penduduk gurun tersebar di bagian tengah yang keadaan alamnya terdiri dari gurun-gurun dan tanah pegunungan yang jarang diturunu hujan. Mereka disebut dengan suku Badui. Hidup mereka berpindah-pindah dan mengembara mencari daerah yang subur. Karena sulitnya mencari daerah yang subur, maka mereka sering sekali merampas, berkelahi untuk memperebutkan daerah yang subur.

Binatang ternak yang sangat penting bagi mereka adalah unta. Bagi mereka unta adalah bahtera padang pasir. Selain unta, adajuga biri-biri. Mereka mengambil daging, susu, untuk dikonsumsi. Dan merekaun juga mengambil kulitnya sebagai bahan membuat pakaian dan kemah.

Di padang pasir tersebut tidak terdapat badan resmi pemerintahan yang melindungi rakyatnya dari penganiayaan an tindakan kekerasan. Sehingga mereka memerlukan rasa kesukuan yang tinggi. Kabilah atau pemimpin suku merekalah yang membela apabila mereka diserang oleh kabilah lain. Kabilah wajib membela anggota kesukannya. Bahkan peperangan antar kabilah bisa berlanjut hingga anak keturunan mereka.

Ada kesepakatan antar bangsa Arab di zaman dahulu bahwa mereka akan menghentika peperangan di saat bulan-bulan haji dan umrah. Ini dikarenakan untuk menghormati dan menghargai para jamaah haji dan umroh.bulan-bulan yang dilarang tersebut adalah Zulqaidah, Zulhijah, Muharram, tepat disaat dilaksanakannya haji. Namun mereka tak mampu mengendalikan peperangan, bahkan perang di Bulan Safar di adakan di blan Muharram. Pengunduran ini disebut annasi.

Seoang pemimpin dalam kabilah dipilih karena sifat-sifat yang dimilikinya, yaitu pemberani, pemurah, dan penyantun. Tapi terkadang mereka juga tidak selalu mematuhi kepala suku (kabilah) mereka. Bahkan ada dari kalangan mereka yang keuar dari kabilah tersebut untuk memerdekakan diri. Sehigga kepala suku tak mampu berbuat apapun.

Susunan clan adalah dasar dari masyarakat Badui. Tiap kemah merupakan satukeluarga dan anggota dari suatu perkemahan merupakan satu clan. Kemudian beberapa clan masih ada tali persaudaraan, merupakan suatu suku. Mereka tunduk pada satu kekuasaan yaitu pada orang yang paling tua. Perabot dan alat-alat merupakan hak milik pribadi.

Bagi mereka pembunuhan atas seseorang harus dibalas dengan pembunuhan pula. Keadaan tersebut terjadi selama 40 tahun. Anggota clan yang telah melarikan diri atau dipecat juga tidak mendapat perlindungan dari anggota clad an sewaktu-waktu bisa dibunuh.

Golongan penduduk yang kedua adalah penduduk kota. Kehidupan mereka lebih teratur karena mereka bertempat tinggal di daerah yang tetap, mereka hidup di daerah yang subur. Mata pencaharianmereka adalah berdagang dan bercocok tanam buah-buahan termasuk kurma. Mereka sudah membangun kerajaan dan perkotaan.

Diantara kerajaan-kerajaan yang mereka bangun adalah Hirrah dan Ghassaniah di sebelah utara, Main, Quthban, Saba’ dan Himnyar di bagian selatan (Yaman).
Bangsa Arab terdiri dari dua jenis, yaitu Arabul Baidah, yaitu Bangsa Arab yang telah punah, yang dimusnahkan oleh Tuhankarena kedurhakaannya. Sehingga mereka tidak memiliki keturunan lagi. Arabul Baidah ini adalah bangsa Arab yang mula-mula. Arabul Baidah terdiri dari beberapa suku, yaitu Ad, Tsamud, Amaliah, dan Jadis.

Jenis bangsa Arab yang lain adalah Arabul Baqiyah, yaitu bangsa Arab yang menjadi cikal bakal bangsa Arab yang ada sekarang. Mereka terdiri dari dua golongan, yang pertama adalah bani Qathan yaitu mereka yang merupakan keturunan Ya’rub Ibnu Qathan. Mereka berasal dari Mesopotamia. Dikarenakan wilayah mereka menjadi sempit, maka mereka berpindah ke Yaman yang semula telah diuni oleh kaum Ad. Sehingga perpindahan kaum Qathan ini menimbulkan peperangan. Pada akhirnya kaum Ad kalah dan mereka tunduk kepada kaum Qathan. Selanjutnya mereka melebur, dan kaum Qathan mendirikan kerajaan-kerajaan. Diantaranya Sabaiah, Himyariah, Manazirah, Ghassaniah dan Kindah.

Adapun Bani Ismail yaitu keturunan Ismail putra dari IIbrahim dari ibu Siti Hajar. Sesuai saran Siti Sarah, ibu ari Ishaq, maka Ismail dan Siti Hajar berpindah ke Hijaz yang daerahnya lebih subur. Sampai kemudian Ismail meniah dengan Halah binti Harist al Jurhumi. Kemudian tibalah saatnya ismail diutus menjadi Nabi oleh Allah. Lalu Ibrahim dan Ishaq membangun Ka’bah seraya berdoa agar Mekkah dijadikan kota yang subur, makmur, dan banyak dikunjungi untuk melakukan ibadah haji. Serta nabi Ibrahim meminta agar keturunannya ada yang diutus untuk mengajarkan ajaran Allah.

Nabi Ismail memiliki banyak keturunan, namun akhirnya mereka menjadi pupus. Hanya keturunan Adnan yang berkembang dan menurunkan keturunan. Maka mereka disebut Bani Ismail atau Bani Adnan. Hidup mereka mengembara dan tidak mendirikan kerajaan-kerajaan.

D.    Agama dan Kepercayaaan

Pada zaman sebelum Islam, masyarakat bangsa arab memiliki banyak kepercayaan dan agama.

1.    Agama Tauhid
Yaitu agama yang mengesakan Tuhan. Tidak ada Tuhan yang disembah melainkan Allah. Agama ini adalah agama yang dibawa oleh nabi-nabi terdahulu, seperti yang dibawa Nabi Hud kepada kaum Ad, yang diajarkan Nabi Sholeh kepada kaumTsamud dan agama Hanif yang dibawa oleh Nabi Ibrahim dan putranya Ismail. Hanif artinya tetap berpegang teguh pada ajaran Ibrahim untuk tetap pada agama Nabi Ibrahim. Adapun pengikutnya yang tersisa menjelang lahirnya Nabi Muhammad adalah Waraqah bin naufal, Zaid bin Naufail, Khalid binSinan dan Ummayah bin Abi Sult. Ajaran agama Hanif antara lain :

a)    Mempercayai adanya Allah sebagai penguasa alam.
b)    Mempercayai malaikat.
c)    Larangan berbuat zina.
d)    Memuliakan Ka’bah dan melakukan ibadah haji.
e)    Haram menikahi istri bapaknya, atau anaknya sendiri, saudara dl.

2.    Agama Ashabiah

Yaitu kepercayaan dan penyembahan terhadap benda-benda langit sperti matahari, bulan, dan bintang. Mereka mengira benda langitlah yang mengendalikan seluruh jagat raya ini. Maka benda langit itu dihorati dan disembah. Agama ini dianut oleh bangsa Qathan pada masa kerajaan Saba’ di Yaman.

3.    Agama Yahudi

Agama ini berasal dari syariat Nabi Musa bagi kaum Bani Israil. Sampai Nabi Muhammad lahir, agama Yahudi tidak memiliki banyak pengikut. Diantaranya diakrenakan mereka sangat membangga-banggakan diri, keurunan, dan berkeyakinan bahwa mereka bangsa terpilih. Bahkan seorag Arab yang telah memeluk Yahudi tidak mendapatkan hak dan dibedakan statusnya oleh orag keturunan Yahudi.

4.    Agama Masehi

Agama ini dianut oleh masyarakat bagian utara dan selatan. Ajaran-ajaran agama Masehi ini didasarkan atas kemanusiaan dan menentang prinsip-prinsip chauvinism. Para rahib juga memberikan bantuan tenda-tenda di piggir jalan bagi para musafir. Namun agama Masehi ini juga tidak terlalu banyak menliki pengikut. Dikarenakan adanya kepercayaan yang aneh-aneh pada agama masehi.

5.    Kepercayaan Terhadap Berhala

Kepercayaan yang umu dianut oleh masyarakat Arsb ysitu menjadikan patung sebagai sesembahan. Penyembahan berhala ini bermula ketika suku Khuza’ah yang berasal dari Yaman pindah ke Makkah. Seorang pembesar suku Khuza’ah ketika pergi ke Syam menyaksikan suatu kaum Amaliqah yang menyembah berhala. Lalu dia meminta satu yang bernama Hubal. Dibawanya ke Makkah dan diletakkannya di dekat Ka’bah. Orang-orang mengira berhala itu adalah perantara untuk berdoa kepada Tuhan. Sehingga semakin banyaklah berhala di samping Ka’bah. Yang pada akhirnya dihancurkan oleh Nabi Muhammad S.A.W beserta kaumnya ketika mereka telah berhasil menaklukkan Makkah.

6.    Kebudayaan Masyarakat Arab Pra-Islam (Kesusastraan, Ilmu Pengetahuan, dan Adat Istiadat)

Masyarakat Arab sebelum Islam memili kesusastraan seperti puisi dan prosa. Ia diciptakan untuk mengungkapkan dan melukiskan adat istiadat, tata susila, agama, kepercayaan, kepahlawanan, peperangan, pesoana alam, dan lain-lain. Pada waktu-waktu tertentu diadakan lomba pembacaan puisi di tempat-tempat dimana orang Arab sering berkumpul. Bagi yang memenangkan lomba tersebut, maka karya puisinya akan digantug di dinding Ka’bah. Adapun tempat penyelenggaraan pembacaan puisi itu ada lah Ukaz, Majinnah, dan Zu Majjaz.

Kesusastraan berbentuk prosa pun maju pesat di daerah ini. Bentuk dari prosa bisa berbentuk lisan maupun tulisan. Masyarakat Islam ebelum Islam pada saat itu gemar sekali membacakan prosa dan cerita-cerita di saat-saat tertentu, missal saat pertemuan-pertemua resmi danhanya berkumpul-kumpul saja. Dan kebiasaan itu menjadi budaya yang berlanjut hingga Islam datang ke Arab.

Bangsa Arab pada saat itu telah memiliki kemajuan ilmu pengetahuan yang tinggi pula. Ilmu lain yang dimiliki mereka antara lain :
  1. Ilmu Bangunan : hal ini dapat dibuktikan oleh kemampuan mereka membuat rumah dengan cara memahat gunung-gunung batu, mereka juga mampu membuat bangunan raksasa bernama Ma’rib yang mamapu enampung air tatkala hujan. Lalu air itu dialirkan ke rumah-rumah penduduk untuk kebutuhan sehari-hari.
  2. Ilmu sejarah : paza zaman itu ilmu sejarah hanya terbatas pada silsilah keturunan saja. Mereka sangat pandai menghafal walaumun itu sangat panjang, mereka jaga baik-baik silsila tersebut karena mereka memiliki kebanggaan. Setelah kelahiran Islam, silsilah tersebut dipergunakan untuk menghafal urutan hadist atau Rijalul Hadist.
  3. Ilmu Tentang Iklim : pengetahuan mereka tentang iklim pada saat itu masih sangat sederana. Mereka hanya tau kapan waktu menanam kurma, dan kapan waktu datangnyamusim dingin untuk berdagang ke Yaman, dan musim panas berdagang ke Syam.
  4. Ilmu Astronomi : menurut pengetahuan mereka, bintang itu dibagi atas 12 kelompok, yaitu enam buruj utara yang terdiri dari mizan, aqrab, qus, juddi, dalwu, dan hut. Buruj selatan yaitu ; hama, seer, sarthoon, asal, dan sumbullah.

Sebutan masyarakat jahiiyyah sebagai zaman kebodohan sebenarnya adalah salah. Pengetahuan mereka amat maju dan peradabannya beraneka ragam. Zaman jahiliyah bisa dikatakan sebagai zaman dimana orang-orang Arab Jahiliyah dahulu kala memiliki sifat pembangkang kepada Tuhannya. Mereka memiliki akal pikirannamun tidak dipergunakan. Mereka bertingkah diluar aturan Tuhan.

Didukung dengan lingkungan padang pasir, dapat memengaruhi pembentukan mental dan watak yang keras. Kehancuran dan keruntuhan nilai hidup insane menyeruak daam tingkah laku mereka yang sangat bejat, tak bermoral, dan bobrok. Perbuatan mereka yang tidak manusiawi dan keji antara lain :

1)    Memandang rendah derajat wanita dan membunuh bayi perempuan yang baru lahir. Wanita diperjual belikan untuk dijadikan budak dan menjadi pemuas nafsu laki-laki. Bahkan ada hartawan yang memiliki banyak budak menjadikan hambanya sebagai alat pelacuran, sehingga pendapatan mereka harus diberikan pada tuannya.
2)    Membunuh anak perempuan yang baru lahir juga dikarenakan mereka takut kelak anaknya dirampas menjadi budak, sehingga mereka dapat menurnkan kehormatan keluarga dan kabilahnya. Karena wanita juga dianggap tidak begitu cakap dan efektif untuk mengikuti perang. Namun tidak seluruh bangsa Arab memandang rendah wanita, ada diantaranya yang menghormati martabat kaum wanita, seperti disuruh mencari kayu bakar, memerah susu, dan lain-lain.
3)    Minum-minuman yang memabukkan. Minuman keras yang mereka sukai adalah khomer dan nabidz. Mereka melakukannya di tempat-tempat maksiat, seperti pelacuran dan perjudian. Siapa yang menang maka ia akan minum sepuasnya hingga mabuk.
4)    Perjudian. Perjudian yang sering mereka lakukan adalah lotre,tebakan dan lain-lain. Taruhan judinya berupa kuda, unta, kambing dan kurma.
5)    Pencurian dan perampokan. Kehidupan yang sulitdi padang pasir menyebabkan kebrutalan moralitas masyarakat Arab sebelum Islam. Mereka senang merampok kafilah-kafilah yang berada di padang pasir. Mereka selalu menghalalkan segala cara.
6)    Perkelahian dan peperangan. Masyarakat zaman jahiliyah senang sekali berperang dan berkelahi. Bahkan perkelahian bisa berlangsung hingga puluhan than dan turun temurun. Misalnya perang dahis yag berlangsung hingga 40 tahun hanya disebabkan oleh dua orang yang bertengkar.

Demikianlah sifat dan adat istiadat serta kebudayaan orang-orang Arab sebelum kedatangan Islam. Adat dan kebiasaan mereka yang keji yang telah dibatalkan oleh Islam antara lain : larangan membunuh anak perempuan, atau laki-laki, mengawini dua wanita bersudara secara berhimpun, mengawini istri bapak setelahbapaknya meninggal dunia, kawin tanpa wali, mahar, dan saksi, dan banyak lagi kebiasaan masyarakat jahiliyyah yang telah dihapus oleh ajaran Islam.

Akan tetapi disamping memiliki adat yang tercela dan keji, bangsa Arab pra Islam juga memiliki kebiasaan terpuji. Diantaranya memotong tangan pencuri, mengkafani mayat, dan berpuasa di hari As-Syura.





BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Jazirah Arab adalah Negara dimana awal mula kedatangan Islam. Sebelumnya telah tinggal masyarakat dengan suatu pola dan struktur kebudayaan tertentu. Mereka hidup dalam suatu abilah-kabilah. Mereka disebut masyarakat Jahiliyah. Sebutan itu dialamatkan kepada mereka karena watak dan tabiat mereka yang keji, dan membangkang kepada Tuhan. Mereka senang menyembah berhala dan melakukan maksiat serta membunuh. Namun mereka juga memiliki ilmu dan budaya yang tinggi dalam kesusastraan, teknik bangunan, astronomi dan lain-lain. Namun mereka juga memiliki sisi positif dalam hal menghormati tamu dan kerja keras mereka dalam menghadapii hidup yang keras di padang pasir.

Kehidupan masyarakat jahiliyyah ini merupakan bagian dari sejarah Islam. Kita dapat mengambil hikmah dan pembelajaran dari semua peristiwa. Mencontoh yang baik dan meninggalkan yang buruk.

B.    Penutup

Demikian makalah sederhana ini kami susun. Terima kasih atas antusiasme dari pembaca yang sudi menelaah dan mengimplementasikan isi makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.

Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman sudi memberikan saran kritik konstruktif kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan – kesempatan berikutnya.
Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, Danung.Sejarah Peradaban Islamdari Masa Klasik hingga Modern.Yogyakarta:SPI Fak. Adab IAIN Sunan Kalijaga.2002
Faisal, Ismail.Sejarah Kebudayaan Islam dari Zaman Permulaan hingga Khulafaurrasyidin.Yogyakarta:Bina Usaha.1984
M.Lapidus, Ira.Sejarah Sosial Ummat Islam.Jakarta:PT RajaGrafindo Persada.2000

Description: Kondisi Masyarakat Arab Rating: 4.5 Reviewer: Fauzul Gufron ItemReviewed: Kondisi Masyarakat Arab
Posted by:Mbah Qopet
Mbah Qopet Updated at: Minggu, Agustus 19, 2012

0 komentar

Poskan Komentar